Minggu, 26 Desember 2010

Aktivitas Gunung Semeru Selama Sepekan Meningkat

Status waspada diberikan kepada delapan gunung api yang ada di Indonesia. Artinya, status bahaya kedelapan gunung tersebut berada di level dua.

Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arief, memberikan data delapan gunung yang berstatus waspada tersebut dengan mengacu pada informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ESDM.


Berikut ini delapan gunung api berstatus waspada tersebut:
1. Gunung Sinabung, Karo, Sumatera Utara

2. Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat

3. Gunung Anak Krakatau, Lampung

4. Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat

5. Gunung Slamet, Tegal, Jawa Tengah

6. Gunung Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah

7. Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur

8. Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur

Status bahaya level I atau aktif normal artinya berdasarkan pengamatan visual, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya tidak memperlihatkan adanya kelainan. Level II atau waspada berarti ada peningkatan kegiatan berupa kelainan yang tampak secara visual atau hasil pemeriksaan kawah, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya.

Di level III atau siaga, terjadi peningkatan pengamatan kawah secara visual, kegempaan dan metode lain yang saling mendukung. Sedangkan level 4 atau awas, letusan awal mulai terjadi berupa abu/ asap. Hal ini akan diikuti letusan utama.

Status waspada Gunung Anak Krakatau telah disematkan sejak 31 Oktober 2009. Pada empat hari terakhir ini, jumlah letusannya di atas 100 kali. "31 Oktober menjadi waspada setelah sebelumnya siaga. Lalu jumlah letusannya menurun. Tapi 10 Oktober 2010 kembali lagi ada letusannya," ujar Kepala Pengamatan Gunung Api daerah Barat Hendrasto saat dihubungi detikcom, Jumat (29/10/2010).

Pada 17 Oktober, dalam sehari ada 45 kali letusan. Lalu selama beberapa hari letusan itu menghilang. Hingga pada 23 Oktober muncul dua kali letusan lalu tanggal 24 ada 89 kali.

"Pada tanggal 25 ada 126, tanggal 26 ada 182, tanggal 27 ada 101, dan 28 kemarin ada 117 letusan,"


sumber:http://dunia-panas.blogspot.com/2010/10/8-gunung-api-di-indonesia-berstatus.html


Surabaya (ANTARA News) - Aktivitas Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) menunjukkan peningkatan selama sepekan terakhir.
"Aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat sejak 25 Februari hingga Sabtu (6/3), saat ini sudah kembali normal. Namun, sewaktu-waktu bisa meningkat lagi," kata Kepala Pos Pantau Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur, Suparno, saat dihubungi ANTARA News dari Surabaya, Minggu.
Menurut dia, terbentuk lidah lava sepanjang 700 meter dari bibir kawah Semeru (Jonggring Saloko) dengan posisi hulu di Sungai Besuk Kembar. Lidah lava tersebut menjadi guguran lava pijar yang akan mengalir ke Besuk Kembar.
"Memang terjadi guguran lava pijar, namun dalam ukuran kecil yang meluncur hingga jarak 900 meter dari kawah Gunung Semeru," paparnya.
Ia menjelaskan, sepekan ini terjadi kecenderungan peningkatan kegiatan gempa vulkanik, gempa tremor harmonik dan adanya sinar api di kawah Jonggring Saloko yang diikuti guguran lava dari Mahameru (puncak Semeru).
"Guguran lava dari puncak Semeru mengindikasikan magma sudah berada di permukaan kawah Jonggring Saloko. Petugas pos PPGA selalu memantau perkembangan aktivitas vulkanik setiap saat," ucapnya.
Kendati demikian, kata Suparno, peningkatan aktivitas vulkanik Semeru tidak mempengaruhi aktivitas masyarakat di lereng gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu, karena guguran lava pijar jauh dari pemukiman penduduk.
"Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di wilayah sejauh 4 kilomter di seputar lereng tenggara kawah aktif yang menjadi jalur luncuran awan panas," ujarnya menegaskan.
Dengan peningkatan aktivitas vulkanik Semeru tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung tetap menyatakan status Semeru masih Waspada (level II).
"Selama musim hujan, masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan penambang pasir yang beraktivitas di dalam Sungai Besuk Kembar, Besuk Kobokan dan Besuk Bang harus tetap waspada terhadap lahar dingin yang terjadi sewaktu-waktu," katanya.
Suparno mengemukakan, hujan deras hanya terjadi di lereng Semeru, sedangkan di puncak Semeru hujan tidak terlalu deras.
Wilayah yang berpotensi terkena ancaman material vulkanik, baik awan panas maupun lahar adalah Desa Pronojiwo, Desa Sumber Urip, Desa Supit Urang. Ketiga desa tersebut berada di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Dusun Rowo Baung dan Dusun Supit di Desa Pronojiwo merupakan dusun yang terdekat dengan pusat hembusan asap karena lokasinya sekitar 9 km dari puncak Gunung Semeru. (C004/A038)

COPYRIGHT © 2010



Tidak ada komentar:

Posting Komentar